Dia Dibangun Bukan Dicari

Minggu siang iseng ngajak Sulung ama Bungsu ke Gelora Senayan.

Begitu nyampe gerbang spontan berteriak “Gooolllll…. Garuda di dadaku” (sambil nyanyi-nyanyi, bikin kaget bapaknya aja). Begitu melekatnya ya tagline satu ini.

Di sudut lain terlihat begitu banyak orang berbaris rapi sedang mengantri di depan sebuah loket (saya perhatikan loket masih tutup).

Rupanya itu adalah antrian loket sebuah festival musik (saya ga tau siapa yang akan perform).

Istri saya sampe keheranan melihat antrian segitu banyaknya.

“Kok bisa ya.. orang rela antri demi sebuah tiket nonton konser?”, tanya istriku.

Ya bisa lah”, jawab saya singkat.

“Mereka adalah market lapar”, lanjut saya.

“Maksudnya?”, kembali istriku bertanya.

“Mereka adalah Super Fans yang telah berhasil dibangun oleh sang artis”.

“Gimana caranya? Kan ga kenal”, tanyanya lagi.

“Secara personal mungkin artis tersebut tidak mengenal siapa saja penggemar beratnya, tetapi disisi lain.. FANS LOYAL ini mengenal artis tersebut dengan sangat baik”.

“Bagaimana caranya?”.

“Sang artis telah berhasil memberikan performa terbaiknya dimanapun dia tampil”.

“Itulah alasan mengapa orang rela untuk menunggu aksinya”, jawab saya.

Banyak marketer kesulitan memiliki FANS LOYAL karena fokus mereka untuk mencari dan menemukan.

Apakah mereka tidak tau jika Super Fans itu ada karena dibangun, bukan dicari?

Entahlah..

Klik disini jika anda ingin membangun SUPER FANS yang REAL.

Name - City
Pengguna Product